Luvmelove.com – Menginjak usia 20–30 tahun sering kali terasa seperti memasuki babak baru kehidupan yang penuh harapan juga penuh tekanan. Tidak sedikit anak muda yang merasa kehilangan arah, tidak yakin dengan masa depan, dan meragukan kemampuan diri sendiri. Kondisi ini dikenal sebagai quarter life crisis, fase yang semakin sering dialami generasi muda saat ini.
Lantas, apa saja faktor yang memicu quarter life crisis? Bagaimana dampaknya terhadap kesehatan mental? Berikut penjelasannya.
Mengapa Quarter Life Crisis Terjadi?
Evi Delviana, psikolog sekaligus dosen di Universitas Kristen Indonesia menjelaskan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tekanan dari berbagai arah. Media sosial menjadi salah satu faktor utama karena pencapaian orang lain terlihat begitu dekat dan mudah diraih. Kondisi tersebut mendorong individu untuk membandingkan diri, disertai ekspektasi karier yang tinggi, tuntutan finansial, serta pencarian identitas diri. Hal ini kerap memicu perasaan tidak cukup dan takut tertinggal.
Tanda Mengalami Quarter Life Crisis
Quarter life crisis umumnya ditandai dengan beberapa kondisi berikut:
- Merasa hidup berjalan tanpa arah
- Overthinking tentang masa depan
- Kehilangan motivasi
- Sering membandingkan diri
- Mudah cemas atau merasa tidak berharga
Menurut Evi Delviana, hal yang membedakan quarter life crisis dengan stres biasa terletak pada durasinya.
“Ini bukan sekadar stres satu-dua hari. Ini perasaan bingung akan masa depan yang berkepanjangan dan terus berulang selama waktu yang tidak bisa ditentukan, bahkan sampai perasaan bingung yang memunculkan rasa stres ini mengganggu cara seseorang menjalani hidup.” ujar Evi Delviana.
Ia menambahkan bahwa durasi quarter life crisis berbeda pada setiap individu. Ada yang mampu melewatinya dalam hitungan minggu, namun ada pula yang terjebak bertahun-tahun jika tidak tahu harus memulai dari mana. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu kecemasan, burnout, kelelahan emosional, hingga rasa kesepian.
“Banyak yang terlihat baik-baik saja, padahal sedang berjuang di dalam, dan dukungan dari lingkungan sosial tentunya menjadi faktor penting yang membantu seseorang dalam mempersingkat fase quarter life crisis, semakin lingkungannya tidak mendukung semakin lama fase quarter life crisis yang harus dilewati, sebaliknya semakin lingkungannya sehat semakin cepat membantu seseorang dalam menemukan motivasi dan melewati fase pencarian jati dirinya ” ujar Evi Delviana.
Tips Menghadapi Quarter Life Crisis
- Akui perasaanmu dan terima bahwa quarter life crisis adalah fase yang wajar dialami di usia 20-an.
- Kenali diri, apa yang sebenarnya disukai dan tinjau ulang nilai hidup, potensi dan keterbatasan apa yang sebenarnya saya punya.
- Membangun rutinitas yang sehat seperti: olahraga, istirahat cukup, berdoa, gabung dalam komunitas yang positif dan melakukan aktivitas lain yang membuat kamu merasa bermakna.
- Membatasi bermain media sosial hal ini membantu kita untuk tidak membandingkan kehidupan kita dengan standar kehidupan yang kita lihat di media sosial kita. Dengan catatan perbandingan akan baik jika dijadikan motivasi untuk diri kita sendiri bukan menjadi semakin minder.
- Challenge diri kita untuk berubah dari hal yang sederhana dengan memberi target. Misalnya jika bangun kesiangan, target diri kita bangun pagi selama seminggu, setelah itu lakukan evaluasi setiap perkembangan yang terjadi di dalam diri.
- Jangan membatasi diri untuk mencoba berbagai hal yang positif, sebaiknya terima tantangan untuk keluar dari zona nyaman karena dari situ kita akan belajar dan mengetahui seberapa jauh kemampuan dan keterbatasan yang ada didalam diri kita.
Itulah keenam tips yang bisa dilakukan dalam menghadapi fase quarter life crisis yang dibagikan oleh psikolog Evi Delviana. Ia mendorong anak muda berani membuka diri kepada orang-orang terdekat dan mencari bantuan profesional apabila dampak sudah sulit dikendalikan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Quarter life crisis bukan akhir. Justru dari fase inilah seseorang belajar mengenal dirinya sendiri.” ujar Evi Delviana.
Devina
Luvmelove's Author